WEB HOSTING, DNS, WEB SERVER, MAIL SERVER, FTP SERVER, DAN KONFIGURASI LINUX
WEB HOSTING
PENGERTIAN WEB HOSTING
Web Hosting adalah sebuah komputer yang terhubung ke internet dan dipergunakan untuk menyimpan data website agar dapat diakses secara online. Segala informasi disimpan di sebuah tempat yang disebut dengan server web hosting. Agar dapat terus tersambung ke internet dan dapat diakses oleh semua orang, server web hosting dikelola dalam ruang penyimpanan data bernama data center.
CARA KERJA WEB HOSTING
Web hosting sendiri mempunyai cara kerja antara lain :
a. Ketika Anda mengakses website (baik menggunakan IP Address maupun nama domain ) melalui browser yang menggunakan Network Protocol HTTP, internet akan mengirimkan permintaan akses kepada server hosting.
b. Kemudian, server akan mengirimkan informasi file yang diminta ke komputer melalui internet.
c. Terakhir informasi tersebut diterjemahkan oleh web browser dalam bentuk tulisan dan gambar.
JENIS-JENIS LAYANAN HOSTING
1. Shared Hosting
Shared Hosting adalah layanan hosting dimana sebuah server digunakan secara bersama-sama oleh banyak pengguna sekaligus. Para pengguna layanan shared hosting tersebut berbagi resource dan kapasitas server bersama-sama.
Kelebihan Shared Hosting :
a. Biaya sewa hemat dan ekonomis dibandingkan dengan VPS atau Dedicated Server.
b. Mudah digunakan pemula sebab tidak perlu direpotkan dengan setting server sendiri
c. Support 24 jam.
d. Jika ada masalah pada server, penyedia server yang akan memperbaiki.
Kekurangan Shared Hosting :
1. Karena digunakan bersama-sama, jika ada salah satu pengguna menyebabkan overload atau gangguan pada server maka pengguna lain berpotensi terkena dampaknya.
2. Pengguna memiliki akses yang sangat terbatas pada server dan hanya dapat mengakses serta mengelola filenya sendiri
3. Seluruh setting batasan/limit sudah ditentukan oleh pengelola server, Pelanggan pada ketentuan pengelola server dapat mengakibatkan penahanan hingga penghapusan akun hosting.
Shared hosting cocok untuk Anda yang baru memulai membuat website namun penggunaan resourcenya tidak terlalu tinggi.
2. VPS Hosting atau VPS Server
VPS Hosting merupakan server hosting fisik yang dibagi-bagi kembali menjadi server virtual dan difungsikan sebagai server hosting sendiri. Pengguna memiliki root akses VPS server masing-masing dan memiliki wewenang penuh melakukan pengaturan server VPS-Nya. Untuk mengelola server VPS, Anda membutuhkan pengetahuan dasar mengenai server.
Kelebihan VPS Hosting/VPS Server :
1. Biaya VPS jauh lebih terjangkau dibandingkan dedicated server.
2. Anda bebas mencustomisasi server VPS yang Anda miliki.
3. Jenis VPS managed, ada tim support 24 jam.
4. Memiliki akses root server VPS.
5. Scalable, Anda dapat menurunkan atau meninggikan resource tanpa harus mengalami downtime.
Kekurangan VPS Hosting/VPS Server :
1. Perlu pengetahuan dasar tentang server dan sistem operasi.
2. Biaya lebih tinggi dari shared hosting.
3. Harus menginstall control panel sendiri.
VPS cocok untuk pengguna hosting yang penggunaan resource hostingnya sudah tidak dapat ditampung dengan shared hosting biasa, atau membutuhkan module-module tertentu yang pada layanan shared hosting biasanya tidak ada/dinonaktifkan.
3. Dedicated Server dan Colocation Server
Dedicated Server dan Colocation Server sebenarnya merupakan server yang sama, yang membedakan adalah komponen hardware Dedicated Server menyewa milik data center sedangkan colocation server adalah server fisik dan semua konponennya dibeli sendiri mulai dari hardware, software, firewall hingga komponen lainnya dan diletakkan di data center untuk dikelola dan dirawat.
Pengguna memiliki root access server dan memiliki wewenang penuh memanajemen server-nya. Pengguna juga perlu pengetahuan tentang server untuk mengelolanya.
Kelebihan Dedicated Server dan Colocation Server :
1. Satu server fisik yang hanya digunakan untuk Anda.
2. Memilii akses root server.
3. Anda yang menerapkan aturan sendiri.
4. Kontrol penuh untuk meningkatkan spesifikasi server sendiri.
5. Resource yang besar untuk Anda sendiri.
Kekurangan Dedicated Server dan Colocation Server :
1. Diperlukan pengetahuan dasar tentang server dan sistem operasi.
2. Biaya lebih tinggi dari shared hosting.
3. Harus menginstall control panel sendiri.
4. Jika melakukan upgrade/downgrade maka akan mengalami downtime karena server harus dimatikan.
Dedicated server/colocation server cocok untuk perusahaan besar yang membutuhkan resource yang besar serta memiliki traffic website yang tinggi, module tertentu yang tidak ditentukan di layanan shared hosting serta tingkat keamanan data yang tinggi.
Berikut penjelasan tentang Pengertian Web Hosting, Lengkap Cara Kerja, Jenis-jenis Web Hosting serta Ciri-ciri atau kelebihan dan kekurangan setiap jenis layanan Web Hosting.
Semoga Bermanfaat
Terima Kasih
DNS (Domain Name System)
PENGERTIAN DNS
FUNGSI DNS
1. Meminta informasi IP Address sebuah website berdasarkan nama domain;
2. Meminta informasi URL sebuah website berdasarkan IP Address yang dimasukkan;
3. Mencari server yang tepat untuk mengirimkan email.
CARA KERJA DNS
DNS bekerja dalam tahapan-tahapan. Dimulai proses meminta informasi atau DNS query. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan-tahapan lain seperti DNS recursion, root nameserver, TLD nameserver, hingga authoritative nameserver.
KONFIGURASI DNS DEBIAN
WEB SERVER
PENGERTIAN WEB SERVER
FUNGSI WEB SERVER
JENIS-JENIS WEB SERVER
CARA KERJA WEB SERVER
MAIL SERVER
PENGERTIAN MAIL SERVER
FUNGSI MAIL SERVER
JENIS-JENIS MAIL SERVER
CARA KERJA MAIL SERVER
FTP SERVER
PENGERTIAN FTP SERVER
FUNGSI FTP SERVER
CARA KERJA FTP SERVER
KONFIGURASI LINUX
Sebelum konfigurasi dns server, kita harus mempersiapkan alat-alat dibawah ini
Alat-Alat:
1. VirtualBox
2. Debian
3. Windows
4. Jaringan Internet
1. Langkah pertama mulai debian yang sudah terinstal di VirtualBox lalu masuk ke user root atau username dan masukan password. Cara berikutnya hampir sama dengan Setting IP Address Static di Ubuntu yaitu dengan cara mamasukan perintah "nano /etc/network/interfaces" untuk mengubah jaringan dhcp ke static dan menambahkan IP Address didalam interfaces. Ubah inet dhcp menjadi inet static dan sesuaikan address, netmask, network, broadcast.
Setting DNS Server di Debian
Simpan Ctrl + O lalu Ctrl + X.
2. Berikutnya restart jaringan ketikan perintah "/etc/init.d/networking restart" jika berhasil seperti gambar dibawah ini. setelah itu cek ifconfig apakah setting ip static sudah berhasil secara permanen. Jika masih belum berubah ketik perintah "reboot" dan masuk kembali ke user lalu cek lagi.
3. Agar lebih akurat coba ping ke ip yang tadi sudah ditambah, ip address saya 192.168.100.7 berikut ini hasilnya.
Install dan Konfigurasi DNS Server
4. Install bind9 ketik perintah "apt-get install bind9" tekan y lalu enter gunakan Debian DVD Binary 1.iso. Jangan lupa masukan dvd iso yang dibutuhkan pada virtualbox di Devices > Optical Drivers > choose disk image bagi yang belum bisa bisa membaca artikel Cara Menambahkan Repository CD/DVD di Debian.
install bind9
Install Bind9 dns server debian
Tunggu sampai proses instalasi bind9 selesai.
5. Selanjutnya copy data db.local untuk mencegah error saat Setting DNS di debian caranya ketik perintah "cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.original" dan "cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.192" tekan enter.
Setting DNS Server di debian
7. Selanjutnya menambahkan data pada named.local ketik perintah "nano /etc/bind/named.conf.local" seperti gambar dibawah, sesuaikan data informasi ip dan db yang sebelumnya dibuat.
Simpan Ctrl + O lalu Ctrl + X.
8. Setelah itu ketik perintah "nano /etc/bind/named.conf.options" di bagian bawah forwarders masukan ip address anda. Simpan Ctrl + O lalu Ctrl + X.
setting dns server di debian lengkap
9. Ketik perintah "nano /etc/bind/named.conf.local" ubah seperti gambar dibawah ubah informasi seperti data yang anda inginkan jangan sampai salah mengisi data.
db local debian
10. Ketik perintah "nano /etc/bind/db.192" sama seperti sebelumnya ubah informasi data domain dan ip anda seperti gambar dibawah.
dns server debian
11. Restart settingan dns yang tadi sudah ditambah agar berubah, caranya ketik perintah "/etc/init.d/bind9 restart" pastikan restarting bind9 [ok].
restart bind9 debian
12. Selanjutnya jangan sampai di lewati tambahkan nameserver yang mengarah ke domain dan ip address anda. Ketik perintah "nano /etc/resolv.conf" simpan Ctrl + O lalu Ctrl + X.
nama server dns
13. Cek nslookup untuk informasi DNS server yang sudah di setting atau konfigurasi di debian, install dnsutils "apt-get install dnsutils" lalu ketik perintah "nslookup www.mangladatech.com" ganti dengan domain anda jika berhasil akan seperti gambar dibawah ini.
Berikut penjelasan tentang Web Hosting, DNS, Web Server, Mail server, FTP Server, dan Konfigurasi Linux
Semoga Bermanfaat
Terima Kasih

Komentar
Posting Komentar